Copyright © AKU.
Design by Dzignine

Rabu, 22 Mei 2013

Penentuan!

      


      Pagi,, segar,, sejuk,, tapi itu semua ilang setelah jam 9. tapi pada saat itu semua kesejukan bisa ilang dari jam 5 pagi .... karena.. hari itu adalah hari dimana aku menentukan kelulusan aku dari bangku bocah jadi agak kaka'nya bocah.

      SD .. Sekolah Dasar, 6 tahun bersama menentukan salah dan benar masih hal yang rumit., tapi sekarang hal itu sudah berubah sedikit semi sedikit. UASBN,, kita mempelajari semu hal selama 6 tahun. Tapi hanya 3 hari semua itu ditentukan untuk kelulusan dari bangku bocah. Aku bareng Temen temen nunggu di luar Masjid SD dan para Orang Tua kami menunggu hasilnya di depan para Guru yang sebentar lagi kami Tinggalkan. Keteganan terjadi pas satu persatu Orang tua dipanggil oleh Wali masing-masing kelas. Tiba tiba seperti negara Api Menyerang,,,,,,, hawa beruah, hingga aku seperti mendengar suara genderang drum yang ternyata itu suara detang nyawa mereka yang sedang menunggu apa yang akan di katakan Orang Tua merka.
      
     Aaaaaaaaa!... suara suara gaib pun mulai terdengar,, kaya abis kena bom ,, orang orang di sekitar ku mencucurkan air mata bersama Orang Tua mereka , entah Berhasil atau Gagal, Entah Terharu atau Menangis, semua itu masih misteri buat aku. Semua Orang Tua berhamburan keluar dari masjid menghampiri anak mereka sendiri, bukan anak orang laen.Tapi kenyataan berkata beda buatku.... Aku melewati sesak penuh Orang Tua untuk mencari Ibuku yang saat itu mengambil nilai hasil Ujian. Seperti kerumunan orang mencari anaknya, akhirnya aku bisa masuk ke masjid dan langsung mencari Ibuku Tercinta. Kepalaku seperti tertembak melihat raut wajah ibuku yang tidak jelas, Aku berlari menuju ibu, dan seraya ia berkata.
"Nak, Mungkin memang seperti ini hasilnya, syukuri saja", Tapi bukan itu yang ibuku katakan. "Oalah le, Nemmu cuman 25.00 .. " ......... HAHHHH ! Badanku seperti habi di hujam beribu pisau! ,,, aku kaget bukan main-main, langsung kurebut kertas hasil Ujian itu, Kubuka, dan Ternyata,,,,,, Seorang ibupun bisa menambah hujaman pisau yang berada di tubuhku. Ku maikin kaget! Bukan karena melihat tulisan " TIDAK LULUS ". Tapi karena melihat hasil Nemku yang berubah menjadi 27.... sebuah keajaiban atau sebuah tipuan. Yang jelas itu tipuan ibuku karena ibuku tidak bisa sulap atau ilmu sihir. Aku hampir meneteskan air mata karena melihat hasil Matematikaku 10.0 tapi aku gagalkan tetesan air matu itu, ku tatap wajah ibuku,,, aku mencium tangannya dan berkata, Terimakasih Ibu .... 

      Senang tak tertahankan! aku langsung sujud syukur di dalam masjid itu, setelah sujud syukur aku berlari menuju keluar masjid. Suasana belum berubah,,, seperti korban bom GAZA,  tanisan di mana-mana, aku menghampiri temanku, panggil saja Dera. Aku melihatnya menangis! aku pikir ini belom saatnya buat Dera, tapi setelah aku liat hasil Ujiannya, ternyata dia terharu melihat hasil Ujiannya. Aku pun ikutan terharu tapi tidak lama setelah itu,,, aku meninggalkannya, Aku di panggil ibuku buat pulang ke rumah, sampi di parkiran tangisan teman teman sudah mulai hilang, aku tersadar bahwa tangisan mereka adalah tangisan Haru, yang menandakan kami lulus dengan Nem yang terbaik menurut kami.

     Setelah hari itu tidak ada lagi pembahasan tentang Nem, Ibu dan Ayah langsung membicarakan gimana kelanjutan SMPku nanti... dan itu seperti pemilihan Jodoh buatku, yang akan menentukan nasib masa depanku.... 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar